Biara Nazareth – Skolastikat MSF
Rumah
Studi bagi Calon Imam-Biarawan MSF
Bagi kebanyakan umat Keuskupan Agung Semarang, tentu tidak asing dengan Kongregasi
Para Misionaris Keluarga Kudus (MSF). Hal itu karena Para Romo MSF banyak berkarya
di Keuskupan Agung Semarang (KAS) baik dalam bidang parokial maupun kategorial.
Ada beberapa paroki KAS yang dilayani oleh Para Romo MSF, seperti: Solo, Salatiga,
Purwodadi, Kudus, Pati, Juwana, Jepara, Temanggung, Parakan, Semarang, dan
Yogyakarta. Sedangkan, contoh karya kategorial yakni terwujud dalam Komisi Pendampingan
Keluarga KAS.
Sebagai kongregasi internasional, Kongregasi Para Misionaris Keluarga
Kudus (MSF) mempersiapkan para calon misionaris baik imam maupun bruder sehingga
kelak dapat mengemban tugas perutusan dimanapun gereja membutuhkan. Maka dari
itu, salah satu tempat formasio para calon imam-biarawan MSF adalah Biara
Nazareth – Skolastikat MSF di jalan kaliurang Km. 7,5 Sleman Yogyakarta.

Frater Skolastik MSF – “Frater Banteng”
Setelah menjalani masa novisiat di Salatiga dan mengucapkan kaul pertama
dalam kongregasi MSF, Para frater MSF resmi menjadi penghuni Biara Nazareth
ini. Biara Nazareth (Binaz) ini cukup familiar karena letaknya berdampingan
dengan Paroki Keluarga Kudus Banteng Yogyakarta. Oleh karena itu, para frater
pun ikut terlibat dalam dinamika umat paroki tersebut. Tidak jarang, umat
sekitar menyebut Para Frater Skolastikat MSF sebagai “Frater Banteng”, untuk
membedakan dengan frater dari konvik lain.
Tugas perutusan utama frater penghuni Binaz ini ialah studi. Hal itulah
menjadi alasan ada sebutan frater skolastik (student). Biara Nazareth inilah menjadi rumah studi para frater
skolastik MSF. Untuk menunjang fungsi rumah studi, Biara Nazareth terdiri dari
beberapa unit yakni, unit Filosofan, unit Teologan, dan unit Patres. Unit filosofan merupakan tempat
bagi para frater tingkat I—IV yang sedang bergumul dengan bidang filsafat. Unit
Teologan merupakan tempat bagi para frater tingkat V—VI yang merampungkan studi
teologi. Sedangkan, unit Patres
adalah tempat bagi para Romo Staff-Formator. Semua Frater tersebut adalah
mahasiswa Fakultas Kepausan Teologi Wedabhakti (FTW) Yogyakarta. Sedangkan,
beberapa romo staff-formator juga merupakan dosen di fakultas yang sama.
Cara Hidup Keluarga Kudus
Kebanyakan frater menyatakan bahwa hidup bersama dalam komunitas menjadi
salah satu cara memelihara panggilan mereka. Karena itu, acara komunitas
menjadi perhatian bersama, misalnya Perayaan Ekaristi-Doa Bersama, bekerja
bersama, rekreasi bersama, olahraga bersama, bahkan memasak bersama. Selain
memupuk rasa kekeluargaan, hidup dalam komunitas pun melatih sikap tanggung
jawab, misalnya dalam pembagian tugas-tugas harian.
Yohanes
Berthier, pendiri kongregasi MSF pun pernah berpesan, “Pekerjaan tangan tidak
akan mengotori tangan imam-calon imam!” Maka dari itu, opera manualia menjadi salah satu sarana para frater untuk bertekun
dalam pekerjaan tangan sederhana: menyapu, mengepel, memasak, cuci piring,
membersihkan WC, dsb. Selain itu, aspek humaniora para frater pun berkembang
dengan bermusik, bertani, kerja tangan, dsb. Studio musik komunitas dapat
menjadi tempat bagi para frater mengembangkan jiwa seninya. Sedangkan, Para
Frater yang mempunyai minat bertani pun dapat bersama karyawan membudidayakan
tanaman organik.
On Going Formation
Romo Y. Sulistjanto, MSF, Staff-Koordinator Spiritualitas Binaz pun
tiada hentinya mengingatkan para frater untuk memperhatikan On Going Formation. Sebagai calon imam,
tidak cukup hanya pandai dalam bidang akademik saja. Paling tidak tujuan
pembinaan calon imam itu menyangkut perutusan (studi), hidup bersama
(komunitas), dan hidup doa/rohani. Bagaimana hidup doa dibina dalam rumah studi
ini?
Para frater telah memiliki pendasaran hidup rohani di novisiat.
Harapannya para frater secara pribadi terus mengolah diri dan relasinya dengan
Tuhan. Ada beberapa kegiatan yang dikhususkan untuk membina hidup rohani para
frater, antara lain: rekoleksi, retret, dan konferensi rohani yang rutin
dilakukan tiap bulannya. Akan tetapi, penting pula bagi para frater untuk
mengolah hidup mereka lebih mendalam. Maka, bimbingan rohani dengan para romo
pembimbing rohani diperlukan demi kemajuan hidup panggilan mereka.
Latihan Kerasulan
Dalam rangka mengembangkan
diri dan mempersiapkan diri untuk tugas perutusan sebagai imam MSF, para frater
diberi kesempatan untuk latihan kerasulan. Unik hanya terjadi di Skolastikat MSF, para
frater terbagi dalam 3 macam kerasulan sesuai karisma kongregasi MSF, yakni
Kerasulan Panggilan, Kerasulan Keluarga, dan Kerasulan Misi. Setiap frater
diharapkan pernah ambil bagian dalam ketiga kerasulan itu selama masa formatio
di Biara Nazareth.
Setiap
kerasulan pun memiliki tugas masing-masing. Kerasulan panggilan memiliki visi
memelihara panggilan hidup umat beriman baik sebagai awam maupun secara khusus
panggilan hidup bakti, misalnya dengan pendampingan putra-putri Altar dan weekend-animasi
panggilan. Kerasulan keluarga para frater skolastik MSF, misalnya dengan
kunjungan keluarga dan mempersiapkan calon manten dalam kursus perkawinan.
Sedangkan, kerasulan misi biasanya mengambil kesempatan dalam mendampingi para
napi di lembaga permasyarakatan, mendampingi kelompok kategorial di
paroki-paroki sekitar Biara, dan tim pelaksana outbond. Sekali lagi, ketiga kerasulan tersebut dimaksudkan untuk
sarana latihan para frater untuk mempersiapkan diri menjadi imam yang dapat
melayani umat dengan baik.
Agenda Komunitas Binaz
Walaupun
libur kuliah, para frater MSF tidak otomatis cuti liburan ke rumah keluarga
masing-masing. Setiap frater mendapat jatah libur sesuai aturan propinsi,
setidaknya 2 minggu dalam 1 tahun dan diambil tiap semester. Pada Hari Raya
Natal dan Pekan Suci Paska para frater tidak pulang melainkan bertugas
assistensi ke paroki-paroki MSF di Jawa. Tugas itu dimaksudkan sebagai sarana
gladi para frater untuk semakin mengenal dinamika hidup seorang imam di tengah
medan karya. Di samping itu, Para Frater MSF mengenal live-in umat yang biasa
diadakan setiap libur semester kuliah. Live-in umat itu diadakan di
paroki-paroki MSF sehingga menambah pengalaman perjumpaan para frater dengan
umat.
Acara yang
rutin berlangsung dan menjadi perhatian anggota komunitas bahkan Propinsi,
antara lain: Pelantikan Lektor-Akolit, Kaulan, dan Tahbisan. Pelantikan
Lektor-Akolit diperuntukkan bagi para frater tingkat IV. Acara ini biasanya
rutin berlangsung setiap 19 September, bertepatan peringatan Bunda Maria La
Sallete (pelindung kongregasi MSF). Sedangkan, upacara pengikhraran-pembaruan
kaul atau sering disebut kaulan pun menjadi agenda rutin komunitas Binaz yang
biasanya dilaksanakan di bulan Juli. Bagi kauliawan pertama yang mengikharkan
kaul untuk pertama kalinya dan kauliawan kekal yang mengucapkan kaul kekal,
kaulan menjadi moment bersejarah dalam hidup panggilannya apalagi nanti dalam
perayaan tahbisan. Perayaan Tahbisan menandai puncak pendidikan calon imam
sekaligus menjadi awal hidup baru bagi para imam baru dalam memulai karya
mewartakan kabar sukacita Tuhan.
I’m Proud to be MSF. How About You?
Sejatinya
masih banyak cerita tentang Biara Nazareth. Jika anda berminat ingin mengetahui
lebih jauh tentang biara nazareth beserta para Romo-Frater MSF; datanglah ke
Biara Nazareth Yogyakarta atau hubungi para para Romo-Frater MSF, (0274) 885702
/ facebook: Kerasulan Panggilan MSF.
Ivan Mahendra MSF
Selamat Berkarya
BalasHapus