Sabtu, 01 November 2014

Biara Nazareth-Skolastikat MSF

Biara Nazareth – Skolastikat MSF
Rumah Studi bagi Calon Imam-Biarawan MSF


Bagi kebanyakan umat Keuskupan Agung Semarang, tentu tidak asing dengan Kongregasi Para Misionaris Keluarga Kudus (MSF). Hal itu karena Para Romo MSF banyak berkarya di Keuskupan Agung Semarang (KAS) baik dalam bidang parokial maupun kategorial. Ada beberapa paroki KAS yang dilayani oleh Para Romo MSF, seperti: Solo, Salatiga, Purwodadi, Kudus, Pati, Juwana, Jepara, Temanggung, Parakan, Semarang, dan Yogyakarta. Sedangkan, contoh karya kategorial yakni terwujud dalam Komisi Pendampingan Keluarga KAS.
Sebagai kongregasi internasional, Kongregasi Para Misionaris Keluarga Kudus (MSF) mempersiapkan para calon misionaris baik imam maupun bruder sehingga kelak dapat mengemban tugas perutusan dimanapun gereja membutuhkan. Maka dari itu, salah satu tempat formasio para calon imam-biarawan MSF adalah Biara Nazareth – Skolastikat MSF di jalan kaliurang Km. 7,5 Sleman Yogyakarta.
Sebelumnya disebut “Wisma” Nazareth, akan tetapi kini menjadi Biara Nazareth. Mengapa demikian? Perubahan itu kiranya ingin menegaskan, bahwa tempat ini disebut Biara karena di sana tinggal para biarawan baik imam, calon imam maupun bruder anggota Congregatio Missionariorum a Sacra Familia (MSF). Sedangkan, pengenaan nama “Nazareth” mengacu pada hidup Yesus sendiri (Bdk. Luk. 2:39-40). Sebelum memulai karya, Yesus mendapatkan pendidikan dalam asuhan Maria dan Yusuf di Nazareth. Senada dengan hal itu, istilah “skolastikat” pun ingin menunjukkan bahwa tempat ini ialah rumah studi dan tempat pendidikan (formasio) bagi para calon imam dan bruder MSF.

Frater Skolastik MSF – “Frater Banteng”
Setelah menjalani masa novisiat di Salatiga dan mengucapkan kaul pertama dalam kongregasi MSF, Para frater MSF resmi menjadi penghuni Biara Nazareth ini. Biara Nazareth (Binaz) ini cukup familiar karena letaknya berdampingan dengan Paroki Keluarga Kudus Banteng Yogyakarta. Oleh karena itu, para frater pun ikut terlibat dalam dinamika umat paroki tersebut. Tidak jarang, umat sekitar menyebut Para Frater Skolastikat MSF sebagai “Frater Banteng”, untuk membedakan dengan frater dari konvik lain.
Tugas perutusan utama frater penghuni Binaz ini ialah studi. Hal itulah menjadi alasan ada sebutan frater skolastik (student). Biara Nazareth inilah menjadi rumah studi para frater skolastik MSF. Untuk menunjang fungsi rumah studi, Biara Nazareth terdiri dari beberapa unit yakni, unit Filosofan, unit Teologan, dan unit Patres. Unit filosofan merupakan tempat bagi para frater tingkat I—IV yang sedang bergumul dengan bidang filsafat. Unit Teologan merupakan tempat bagi para frater tingkat V—VI yang merampungkan studi teologi. Sedangkan, unit Patres adalah tempat bagi para Romo Staff-Formator. Semua Frater tersebut adalah mahasiswa Fakultas Kepausan Teologi Wedabhakti (FTW) Yogyakarta. Sedangkan, beberapa romo staff-formator juga merupakan dosen di fakultas yang sama.

Cara Hidup Keluarga Kudus
Walaupun di atas digambarkan ada unit masing-masing, para penghuni Biara Nazareth ini bak satu keluarga. Para anggota MSF tidak terkecuali para frater penghuni Binaz ini menghayati cara hidup Keluarga Kudus Nazareth yang merupakan spiritualitas kongregasi. Maka dari itu, di tengah kesibukan studi masing-masing, penghuni Skolastikat MSF ini hidup seturut acara harian komunitas. Hal itulah yang menjadi reminder bahwa pertama-tama identitas para frater skolastik MSF adalah “Biarawan sekaligus mahasiswa” dan bukan sebaliknya.
Kebanyakan frater menyatakan bahwa hidup bersama dalam komunitas menjadi salah satu cara memelihara panggilan mereka. Karena itu, acara komunitas menjadi perhatian bersama, misalnya Perayaan Ekaristi-Doa Bersama, bekerja bersama, rekreasi bersama, olahraga bersama, bahkan memasak bersama. Selain memupuk rasa kekeluargaan, hidup dalam komunitas pun melatih sikap tanggung jawab, misalnya dalam pembagian tugas-tugas harian.
Yohanes Berthier, pendiri kongregasi MSF pun pernah berpesan, “Pekerjaan tangan tidak akan mengotori tangan imam-calon imam!” Maka dari itu, opera manualia menjadi salah satu sarana para frater untuk bertekun dalam pekerjaan tangan sederhana: menyapu, mengepel, memasak, cuci piring, membersihkan WC, dsb. Selain itu, aspek humaniora para frater pun berkembang dengan bermusik, bertani, kerja tangan, dsb. Studio musik komunitas dapat menjadi tempat bagi para frater mengembangkan jiwa seninya. Sedangkan, Para Frater yang mempunyai minat bertani pun dapat bersama karyawan membudidayakan tanaman organik.

On Going Formation
Romo Y. Sulistjanto, MSF, Staff-Koordinator Spiritualitas Binaz pun tiada hentinya mengingatkan para frater untuk memperhatikan On Going Formation. Sebagai calon imam, tidak cukup hanya pandai dalam bidang akademik saja. Paling tidak tujuan pembinaan calon imam itu menyangkut perutusan (studi), hidup bersama (komunitas), dan hidup doa/rohani. Bagaimana hidup doa dibina dalam rumah studi ini?
Para frater telah memiliki pendasaran hidup rohani di novisiat. Harapannya para frater secara pribadi terus mengolah diri dan relasinya dengan Tuhan. Ada beberapa kegiatan yang dikhususkan untuk membina hidup rohani para frater, antara lain: rekoleksi, retret, dan konferensi rohani yang rutin dilakukan tiap bulannya. Akan tetapi, penting pula bagi para frater untuk mengolah hidup mereka lebih mendalam. Maka, bimbingan rohani dengan para romo pembimbing rohani diperlukan demi kemajuan hidup panggilan mereka.

Latihan Kerasulan
Dalam rangka mengembangkan diri dan mempersiapkan diri untuk tugas perutusan sebagai imam MSF, para frater diberi kesempatan untuk latihan kerasulan.  Unik hanya terjadi di Skolastikat MSF, para frater terbagi dalam 3 macam kerasulan sesuai karisma kongregasi MSF, yakni Kerasulan Panggilan, Kerasulan Keluarga, dan Kerasulan Misi. Setiap frater diharapkan pernah ambil bagian dalam ketiga kerasulan itu selama masa formatio di Biara Nazareth.
Setiap kerasulan pun memiliki tugas masing-masing. Kerasulan panggilan memiliki visi memelihara panggilan hidup umat beriman baik sebagai awam maupun secara khusus panggilan hidup bakti, misalnya dengan pendampingan putra-putri Altar dan weekend-animasi panggilan. Kerasulan keluarga para frater skolastik MSF, misalnya dengan kunjungan keluarga dan mempersiapkan calon manten dalam kursus perkawinan. Sedangkan, kerasulan misi biasanya mengambil kesempatan dalam mendampingi para napi di lembaga permasyarakatan, mendampingi kelompok kategorial di paroki-paroki sekitar Biara, dan tim pelaksana outbond. Sekali lagi, ketiga kerasulan tersebut dimaksudkan untuk sarana latihan para frater untuk mempersiapkan diri menjadi imam yang dapat melayani umat dengan baik.

Agenda Komunitas Binaz
Walaupun libur kuliah, para frater MSF tidak otomatis cuti liburan ke rumah keluarga masing-masing. Setiap frater mendapat jatah libur sesuai aturan propinsi, setidaknya 2 minggu dalam 1 tahun dan diambil tiap semester. Pada Hari Raya Natal dan Pekan Suci Paska para frater tidak pulang melainkan bertugas assistensi ke paroki-paroki MSF di Jawa. Tugas itu dimaksudkan sebagai sarana gladi para frater untuk semakin mengenal dinamika hidup seorang imam di tengah medan karya. Di samping itu, Para Frater MSF mengenal live-in umat yang biasa diadakan setiap libur semester kuliah. Live-in umat itu diadakan di paroki-paroki MSF sehingga menambah pengalaman perjumpaan para frater dengan umat.
Acara yang rutin berlangsung dan menjadi perhatian anggota komunitas bahkan Propinsi, antara lain: Pelantikan Lektor-Akolit, Kaulan, dan Tahbisan. Pelantikan Lektor-Akolit diperuntukkan bagi para frater tingkat IV. Acara ini biasanya rutin berlangsung setiap 19 September, bertepatan peringatan Bunda Maria La Sallete (pelindung kongregasi MSF). Sedangkan, upacara pengikhraran-pembaruan kaul atau sering disebut kaulan pun menjadi agenda rutin komunitas Binaz yang biasanya dilaksanakan di bulan Juli. Bagi kauliawan pertama yang mengikharkan kaul untuk pertama kalinya dan kauliawan kekal yang mengucapkan kaul kekal, kaulan menjadi moment bersejarah dalam hidup panggilannya apalagi nanti dalam perayaan tahbisan. Perayaan Tahbisan menandai puncak pendidikan calon imam sekaligus menjadi awal hidup baru bagi para imam baru dalam memulai karya mewartakan kabar sukacita Tuhan.
 
I’m Proud to be MSF. How About You?
Sejatinya masih banyak cerita tentang Biara Nazareth. Jika anda berminat ingin mengetahui lebih jauh tentang biara nazareth beserta para Romo-Frater MSF; datanglah ke Biara Nazareth Yogyakarta atau hubungi para para Romo-Frater MSF, (0274) 885702 / facebook: Kerasulan Panggilan MSF.

Ivan Mahendra MSF


1 komentar: